Hire Me Please?

21.15

Semua terasa begitu aneh dan tidak menyenangkan ketika kamu tidak memiliki pekerjaan yang jelas yang bisa kamu lakukan di hari esok. Aku benci tinggal dalam ketidakjelasan. Aku tidak punya hal pasti yang bisa dilakukan di hari esok. Aku suka bekerja, bertemu orang baru, menemukan tantangan baru, menemukan pengalaman baru, menemukan guru-guru baru, dan pelajaran-pelajaran baru. Aku suka bekerja. 


Tapi aku melepaskan apa yang sudah kumiliki. Pekerjaanku sebagai relawan di salah satu yayasan di tempatku berasal. Aku melepaskannya bukan tanpa alasan. Karena aku tidak berkembang dan tidak ada yang dapat dilakukan dengan keadaan yang terjadi di yayasan itu. Semua bertumpu padaku, tidak ada yang bisa membantuku. Aku kesulitan mengatur waktu dan kesulitan mengatur orang-orang di dalamnya. Aku merindukan pekerjaanku saat menjadi Liaison Officer di suatu event. Dimana suasana kerjanya begitu mendukung dan membuatku bangga menjadi bagian dari event itu. Teman-teman event yang dari berbagai kalangan dan meskipun tidak mudah mengatur mereka, namun ada kejelasan dan ketika aku membutuhkan bantuan, selalu ada bantuan yang datang. Bukan hanya sekedar ucapan, "semangat, ya!" yang menurutku tidak begitu berguna karena hanya sambil lalu. Tak ada yang dapat dilakukan oleh orang itu. 


Sudahlah, lupakan. Sekarang aku sibuk membuka setiap situs lowongan pekerjaan. Berharap ada satu-dua perusahaan yang bersedia menghireku untuk menjadi pegawainya. Aku ingin pekerjaan yang layak, yang jelas, tempat dimana aku bisa berkarir dengan benar. Bukan hanya sekedar mencari sesuap nasi. Karena aku pernah berada di posisi itu. Bekerja dengan mereka yang hanya sekedar mencari sesuap nasi. Lalu pada akhirnya kultur kerja yang terbangun di perusahaan itu sangatlah tidak sehat. Saling tusuk dan saling menggunjing. Satu sama lain saling serang dan mempertahankan kekuasaan mereka. Bertopengkan pertemanan dan persahabatan, tetapi dari belakang mereka menghujat dan berusaha menyingkirkan. Palsu sekali. Atau memang seperti itu dunia kerja? Dimana tak seorangpun yang berhati jujur akan dipertahankan. Namun mereka yang cerdik dan bisa menyelamatkan diri yang mampu bertahan. Aku harap akan ada satu tempat dimana orang yang bekerja dengan tulus dapat diterima dan dianggap hal yang lumrah. Bukan dipandang sebagai hama pengganggu bagi partner kerja lainnya.


Sampai detik inipun aku masih mencari pekerjaan itu. Aku masih berusaha mencari pekerjaan di berbagai perusahaan dan di berbagai bidang yang menjadi keahlianku. Community Development, Child Education Development, Water and Sanitation Development, dan Content Writer tentunya. Mungkin tulisanku tidak terlalu bagus, tetapi aku menikmati pekerjaanku sebagai blogger di blogku sendiri. Aku ingin belajar lebih dalam lagi perihal menulis. Menyampaikan ide dan gagasan sepertinya menarik, terlebih aku memiliki banyak ide yang lebih asik untuk di tulis daripada diceritakan secara lisan sampai berbusa-busa.


Aku berharap di suatu tempat ada HRD yang membaca tulisanku ini dan mau mempertimbangkanku untuk bekerja di perusahaan mereka. Aku ingin memulai karirku segera meski rasanya akan cukup sulit, mengingat pandemi COVID-19 ini masih belum berakhir. Aku membutuhkan pekerjaan bukan hanya sekedar mencari penghasilan, tetapi juga mencari kesibukan agar aku tidak hanya mengurung diri di kamar bersama buku Homo Deus dan Oliver Twist yang masih belum selesai kubaca. Kalau aku bisa bekerja dari rumah aku pikir itu cukup membantuku untuk bertahan di rumah saja.


You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook

Instagram