Petualangan Sophie Mercer berlanjut disini. Sophie yang baru saja diterima di sekolah para prodigy, kini akan menghabiskan musim panasnya di London bersama ayahnya yang setengah demon itu. Pada awal buku ini menceritakan tentang Sophie yang mendapatkan kunjungan dari ayahnya di sekolah Hecate. Kunjungan ayahnya itu juga membawakan berita yang menyeramkan baginya, karena rupanya sejak Sophie berusia sembilan tahun, ia telah dijodohkan dengan tukang kebun di Hex Hall. Ayah macam apa yang tega menjodohkan anaknya dengan tukang kebun sekolah?? Tapi tukang kebun Hex Hall bukanlah sembarang tukang kebun, dia adalah seorang penyihir putih. Ia memiliki kemampuan menyembuhkan yang luar biasa, Alexander Callahan.
Sophie terbang ke London bersama temannya yang vampir dan tunangannya itu. Selama di London, Sophie mendapatkan teman-teman baru yang rupanya juga seorang demon. Sophie menghabiskan masa liburannya bersama mereka. Namun misteri tentang "Mata" yang masih menghantuinya itu juga berlanjut disini, bagaimana Ia dan teman-teman demonnya itu menemukan banyak sekali kejadian aneh yang berhubungan dengan sifat kedemonannya serta hubungannya dengan Mata.
Ada beberapa kisah yang terasa begitu cheesy disini, dimana Sophie dan tunangannya mulai saling mengenal, begitu juga dengan perasaan Sophie yang masih mencintai pacarnya yang ternyata adalah bagian dari Mata. Kisah cinta segitiga ini pun juga membawa Sophie pada petualangan mencari tahu tentang kelemahannya sebagai demon, yaitu pada sebuah batu iblis, atau demon glass. Seorang keturunan demon dapat dihancurkan dengan demon glass. Hingga pada perayaan ulang tahunnya yang ke 17, Sophie mendapat kado misterius yang begitu dibuka, rupanya berisi demon glass dan melukai dirinya. Hal ini lah yang menuntun Sophie dan ayahnya melakukan penyelidikan yang akhirnya membawa mereka pada malapetaka dan masalah yang baru.
Jadi, apa yang akan terjadi dengan Sophie, Ayahnya, dan teman-teman demonnya itu? Siapakah yang menyabotase pesta ulang tahun Sophie dengan Demon Glass? Kalian bisa temukan jawabannya di Novel Demon Glass. Demon Glass merupakan lanjutan dari Novel Hex Hall karya Rachel Hawkins. Seperti review yang sudah saya tulis tentang Hex Hall, sepertinya novel ini memiliki kemiripan alur cerita dengan twilight, dimana ada cinta segitiga di dalamnya. Sophie harus memilih antara tunangannya atau kekasihnya yang merupakan bagian dari kelompok pembasmi kaum prodigi seperti dirinya. Pilihan yang cukup pelik, namun asik untuk diulik.
Sebenarnya cerita ini cukup imajinatif, dimana penulis bisa menghadirkan cerita yang tidak terduga bagi pembacanya. Disini penulis mencoba menghadirkan sisi romantis dari sekuel cerita ini. Jika pada novel Hex Hall, Hawkins lebih menonjolkan pada kehidupan prodigi di sekolah khusus tersebut. Disini, Hawkins mulai mengulik tentang rahasia demon yang dimiliki Sophie. Penulis berhasil menyuguhkan cerita tentang kekuatan demon yang dimiliki Sophie dan teman-temannya itu, dan bagaimana hal ini berdampak pada masa depannya. Novel ini juga mulai memunculkan masalah-masalah besar yang pada novel sebelumnya bukan menjadi pusat utama dari cerita ini, namun dihadirkan dalam bentuk yang lebih lengkap pada seri novel Demon Glass ini.
Saya pribadi lebih menikmati cerita pada novel Demon Glass ini, dibandingkan dengan dua seri lainnya. Menurut saya, novel ini merupakan titik kulminasi dari masalah-masalah yang muncul di cerita ini, dimana semua masalah tersebut saling serang dan tumpang tindih dihadapan pembaca, dan siap untuk diselesaikan di seri novel pamungkasnya (tunggu review saya selanjutnya ya!). Rasanya saya lebih emosional saat membaca seri kedua novel ini, karena saya jengkel sama Sophie yang masih saja memilih untuk mempertahankan pacarnya yang anggota Mata tersebut, dan mengapa ia tidak memilih Call, saja?
Lalu penilaian untuk buku ini, sepertinya 9 boleh lah. Ga tau kenapa, dari novel-novel Fiksi Supranatural yang sudah pernah saya baca, ini yang terbaik sih. Mungkin ceritanya tidak semenarik Harry Potter, tetapi cukup untuk menemani kamu di waktu senggang sambil menikmati es teh manis di siang bolong. Well, akhir kata dari reviewer adalah, Selamat membaca, dan hati-hati, nanti penasaran sama kelanjutan kisahnya!