Susie adalah seorang gadis remaja yang termasuk pandai di sekolahnya. Namun entah mengapa, tiba-tiba saja ia hilang sepulang dari sekolahnya. Seluruh anggota keluarga Susie kalang kabut mencarinya. Namun hingga bertahun-tahun tidak menemukan hasil apapun.
Setelah sekian lama mencari, pada akhirnya kedua orang tua Susie pun menyerah. Meskipun pencarian dihentikan, seluruh anggota keluarga Susie masih berharap bahwa Susie yang dikabarkan telah tewas, masih hidup.
Namun kenyataan pahit ini belum bisa diterima oleh ayah dan ibu Susie beserta adik-adiknya. Lindsay menjadi buah bibir di sekolahnya dan Buckley belum mengerti apa itu meninggal. Selain itu, Kematian Susie juga berdampak buruk pada pernikahan kedua orangtuanya, dimana Abigail, ibu Susie meninggalkan rumah untuk melupakan kejadian itu dan ayah Susie menjadi pemurung dan suka menduga-duga sendiri, siapa pelaku yang tega membunuh Susie.
The Lovely Bones, merupakan novel terjemahan karangan Alice Sebold. Disajikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah untuk dicerna. Sebenarnya buku ini dikhususkan untuk kalangan dewasa. Ada beberapa peristiwa yang mungkin tidak dapat dicerna untuk kalangan di bawah umur tetapi juga cukup menarik untuk kalangan remaja.
Kelebihan buku ini adalah bagaimana cara penulis menceritakan setiap kejadian yang dialami Susie baik saat ia masih di bumi maupun saat ia di surga. Dengan ahlinya, Alice dapat menceritakan bagaimana rasanya saat nyawa Susie terlepas dari raganya dan melayang ke suatu tempat yang sangat asing bagi Susie. Serta bagaimana imajinasi Alice tentang surga dan apa saja yang bisa ia dapatkan dan tidak bisa didapatkan di surga. Novel ini juga memberi pelajaran, tentang arti sebuah keluarga yang sesungguhnya. Sekalipun anggota keluarga mereka tiada, tetapi akan selalu ada dalam ingatan dan hati anggota keluarga lainnya.
Kekurangan buku ini terletak pada beberapa adegan dewasa yang kurang pas untuk dibaca anak-anak di bawah umur. Untuk itu disarankan pembaca haruslah dewasa atau paling tidak remaja.
Meski novel ini telah difilmkan oleh Dreamworks Picture dan disutradarai oleh Peter Jackson, cerita versi novel tetap lebih menarik dibandingkan setelah difilmkan. Kita dapat merasakan berbagai emosi yang terjalin di dalamnya. Selain itu, makna yang terkandung dalam cerita ini akan lebih tepat daripada ketika menyaksikan film ini.
Menurut saya bagian-bagian yang membuat novel ini sangat menarik adalah bagaimana ketika pengarang mengajak kita untuk berfantasi mengenai kematian. Bagaimana rasanya roh yang terlepas dari raganya dan menyeberang ke kehidupan berikutnya. Atau ketika Susie berada di alam roh yang dianggap orang sebagai surga. Susie dapat melihat begitu banyak kejadian yang dialami keluarganya setelah ia meninggal dunia. Ia merasa belum tenang dan damai di tempatnya berada. Susie masih memiliki banyak keinginan yang belum terwujud dan ia ingin mewujudkannya. Tidak semua keinginannya dapat terwujud, sebab beberapa di antaranya masih berkaitan dengan orang-orang yang ia sayangi yang masih hidup. Hingga pada akhirnya ada satu masa di mana Susie mulai mampu merelakan semua itu.
Nah, semakin penasaran bukan dengan cerita menarik ini bukan? Kalau penasaran, sebaiknya segera temukan buku ini dan nikmati dengan secangkir coklat hangat. Biar lebih seru, baca cerita ini waktu sore hari saat bersantai menikmati me time mu!