Ini postingan pertamaku tentang review makanan. Aku belum pernah review makanan sebelumnya dan aku mau coba mendeskripsikan dan menceritakan makanan yang cukup sering aku makan. Makanan ini sangat umum ditemukan. Yup! Nasi goreng! Banyak penjual nasi goreng di Jogja, tapi sedikit sekali yang jual nasi goreng sapi yang rasanya bisa dipertanggung jawabkan. Aku mau cerita tentang enaknya nasi goreng sapi Padmanaba.
Nama nasi goreng ini diambil dari nama sekolah dekat warung ini berdiri, yaitu SMAN 3 Padmanaba, Yogyakarta. warung nasi goreng ini terletak tepat di depan sekolah tersebut, di daerah Kota Baru, Yogyakarta. Apa yang membuat spesial dari nasi goreng ini? Ya sebenarnya ga ada, cuma rasanya aja yang menurutku bener-bener bisa disebut nasi goreng sapi. Kalau rasa enak atau enggak tuh masalah selera masing-masing orang ya, cuma aku memilih untuk makan nasi goreng disini tuh karena nasi goreng sapi yang bukan cuma rasa-rasa sapi aja, tapi karena beneran ada daging sapinya. Ya, meski daging sapinya cukup pelit sih, dipotong dadu, kecil-kecil, bahkan lebih kecil dari dadu itu sendiri. But, it's okay for me.
Nasi goreng ini menurutku rasanya lebih mirip nasi goreng kari gitu. Ada rasa rempah-rempah yang begitu kentara di setiap suapannya. Nasi goreng ini biasanya disajikan dengan telur mata sapi dan emping sebagai pengganti kerupuk. Harganya untuk porsi jumbo Rp. 16.000,- sedangkan yang biasa Rp. 14.000,- per porsinya. Menurutku porsi jumbo sama biasa ga ada bedanya, jadi kalau mau makan kenyang, mending beli 2 porsi biasa, jadi ga rugi.
Aku juga ga paham sama sistem pendistribusian nasi goreng disini. Jadi kalau kamu makan di tempat, kamu cukup pesan makanan dan minuman (oiya, disini ga jual minuman lain selain es teh dan teh anget) lalu cari tempat duduk. Nah waktu kamu pesen makanan, ga ada tuh ceritanya mereka nyatet pesenanmu. Mereka ga nyatet bukan karena ingat pesanan pembeli, tapi karena pesanan orang tuh paling cuma nasi goreng jumbo atau sedang, es teh atau teh anget. Jadi nanti pelayannya bakal keliling bawa nasi goreng sambil bilang "Jumbo, jumbo, jumbo" atau "Biasa, biasa, biasa" . Nah nanti dengang kesadaran dirimu sebagai pembeli, bilang "mas, saya pesan jumbo" atau "mas, pesan yang biasa". Hal itu juga berlaku untuk minumannya, kalau pesan yang anget ya bilang waktu pelayannya bawa gelas berisi teh anget.
Terakhir untuk kalian traveler yang mencari makanan kaki lima higienis, menurutku ini enggak banget sih, bukan karena alat makannya ga dicuci, tapi nasi gorengmu itu ditumpuk piring berisi nasi goreng lainnya. Jadi ya jorok banget sih. Piring bagian bawahmu bakal berasa oily, lantaran kena nasi goreng di bawahnya. So, kalau mau makan di tempat, carilah posisi duduk yang dekat dengan gerobak penjualnya, biar dapat tumpukan nasi goreng yang atas.
Sekian aja sih reviewku tentang nasi goreng legend ini. BTW ini nasi gorengnya buka dari jam 6 sore sampai malam, atau habis mungkin. Dan nasi goreng sapi disini tuh laris banget, banyak pembelinya, tapi pelayanannya super duper cepat. Bawa pulang? ga sampai lima menit, nasi gorengmu sudah di dalam tas kresek! I think it's the real fast food, eh?