Thomas Alfa Edison Sagala, atau akrab dipanggil Ichon, adalah seorang anak biasa dengan "masa lalu" yang tidak biasa. Berangkat dari keluarga biasa di sebuah desa di Sumatera Utara, Ichon memulai perjalanan spiritualnya. Ia adalah anak yang berbeda dari kedua kakaknya. Ichon memiliki kepekaan spiritual yang aneh, menurut orang tua dan saudara-saudaranya. Ichon tidak tahan mendengar beberapa gondang untuk upacara pemanggilan arwah leluhur.
Suatu hari Ayah Ichon yang seorang pemain gondang itu harus melakukan tugasnya untuk suatu upacara adat pemanggilan arwah nenek moyang mereka, Raja Uti. Katanya Gondang pemanggilan arwah Raja Uti adalah jenis Gondang yang paling sakral. Demikian pula bagi Ichon yang sejak lahir selalu diungsikan ke rumah opungnya, agar tidak menangis dan memecah konsentrasi upacara pemanggilan arwah tersebut. Ichon tidak pernah tahan dengan beberapa Gondang sakral tertentu. Namun kali ini berbeda. ichon sudah besar dan tidak lagi diungsikan ke rumah opungnya saat ada upacara pemanggilan arwah. Ichon yang duduk di pangkuan mamak pun mulai merasakan ada yang aneh.
Ketika Gondang mulai dimainkan dan suara lolongan tetua setempat angin berhembus kencang dan menghentakkan pintu serta jendela rumahnya. Lolongan Birong, anjing mereka pun menandakan adanya sesuatu yang tidak beres. Hingga akhirnya Ichon pun melihat sosok hitam besar yang berdiri di dekat pintu rumahnya. Tingginya pun hampir menyentuh atap rumahnya. Ichon ketakutan dan sejak saat itu, merupakan hari bersejarah yang membuka pintu menuju masa lalunya.
Semenjak kejadian itu, Ichon mengalami mimpi buruk yang tidak biasa. Ichon harus menemui tetua adat setempat, Ompung Togu Urat. Ia diberikan dua buah batu yang dapat menangkal mimpi buruk mengerikan yang ia alami. Namun batu-batu itu membawa efek yang tidak terduga. Hingga akhirnya Ichon dipertemukan dengan Ompu Ronggur Panghutur, seorang misterius yang sepertinya berhubungan dengan mimpinya.
Kini Ichon sudah cukup dewasa dan memulai kehidupan baru di Amerika. Ichon yang kini dikenal oleh orang-orang sebagai Alfa. Nama Alfa terdengar lebih elite sekaligus mudah dilafalkan lidah setempat. Alfa dikenal sebagai anak yang tidak punya lelah. Selalu siaga siang dan malam, adalah seorang perantau ilegal dari Indonesia yang mencoba bekerja di Hoboken, New Jersey. Ia bekerja di restoran cepat saji dan masih harus bersekolah. Ketika ia berhasil lulus ujian masuk perguruan tinggi, ia melanjutkan sekolahnya studinya di Cornell University, New York. Hal tersebut membawanya pada pengusaha sukses yang bekerja di Wall Street. Tempat kerja impian semua orang.
Ketika kesuksesan berhasil diraih Alfa, rupanya masih ada misteri yang belum terpecahkan dalam hidupnya. Tentang masalah tidur yang dialaminya. Hingga suatu ketika pada hari ulang tahunnya, teman-temannya memberikan hadiah berupa tidur semalam dengan wanita cantik. Hadiah one night stand ini rupanya membuka tabir masa lalunya yang belum terpecahkan. Ketika ia terbangun dari tidurnya, tidak ada siapapun yang menemaninya. Wanita cantik beraroma kasturi itu pun menghilang. Berkali-kali ia mencoba melacak keberadaan wanita itu, namun tak satupun jawaban ia temukan.
Ada apa sebenarnya dengan Alfa? Mengapa mimpinya begitu menyeramkan hingga ia tidak mau terlelap. Siapa wanita misterius itu, dan apa hubungannya dengan mimpinya selama ini? Penasaran dengan kelanjutan kisahnya? Baca saja kisah selengkapnya di Novel Dewi Lestari yang satu ini, Gelombang. Gelombang merupakan seri kelima dari rangkaian cerita Supernova karya Dewi Lestari yang lagi-lagi wajib untuk kalian baca, apa lagi yang sudah baca novelnya sampai ke seri Partikel.
Sangat disayangkan, saya masih belum bisa menebak siapa itu Supernova. Apa saja korelasinya dengan tokoh-tokoh sebelumnya seperti Reuben, Dimas, Diva, Gio, Re dan Rana, lalu pada seri Akar ada Bodhi, Elektra pada seri Petir, dan Zarah pada seri Partikel. Siapa mereka bagi satu sama lain. Lagi-lagi Supernova hanya meninggalkan jejak agar para tokoh ini untuk berkumpul di satu titik yang sudah direncanakan, bahkan sebelum cerita mereka dimulai.
Hingga seri ini, saya sebagai pembaca, belum bisa memastikan siapa itu Supernova. Sejauh ini saya masih menganggap bahwa Supernova itu semacam "tuhan" atau sistem yang mengatur terjadinya semua ini. Tinggal satu seri lagi yang harus saya baca untuk mengungkap misteri 'siapa itu Supernova?'.
Buku ini sangat menarik menurutku, dibuka dengan kisah seorang anak dari sebuah desa di Sumatera Utara. Bukan sekedar desa biasa, namun desa yang menjadi awal mula peradaban Orang-Orang Batak. Dewi Lestari setidaknya berhasil membangun karakter tokohnya dengan baik dan mudah dicerna oleh pembaca. Saya yakin, tidak banyak penulis yang mampu mengenal dan mendalami karakter tokohnya sedalam ini. Dewi Lestari tentu melakukan observasi terlebih dahulu, sehingga setting ceritanya pun tidak sembarangan ditulis. Alur maju pada penulisan cerita ini juga disajikan dengan runtut dan tidak ada flashback, sehingga ketika dikaitkan dengan masa lalu Alfa, pembaca sudah langsung paham apa yang dimaksud. Menurutku buku ini layak diberi nilai 8 dari skala 10, karena sebagai novel fiksi, novel ini tidak sekedar menyuguhkan hiburan, namun juga membuka pikiran kita bahwa mungkin saja kita dengan manusia lain yang tidak kita kenal, saling terkoneksi. Hanya saja kita belum memahami, seperti apa koneksi itu. Jadi, bagaimana menurut kalian? Layak untuk masuk di daftar bacaanmu? Tidak ada salahnya membaca buku ini ditemani secangkir cokelat panas kan?