Cerita Dari Dalam Kamar III

22.53


Mungkin ini terdengar seperti catatan seseorang yang sedang depresi karena satu dan lain hal. Tapi percayalah, aku menulis catatan dari dalam kamar ini sebagai hiburan dan dengan harapan dapat membantu banyak orang yang memiliki nasib yang sama sepertiku. Aku ingin berbagi cerita, bahwa kalian yang merasa terkurung dan tidak bisa berbuat apa-apa tidaklah sendiri. Aku pun merasakannya dari sini.


Aku tidak tahu masalah apa yang kalian hadapi di luar sana. Pemutusan hubungan kerja, tidak dapat menafkahi keluarga, ada masalah keluarga namun terjebak kondisi saat ini, dan memaksamu untuk tinggal di rumah bersama orang yang tidak kamu suka. Begitupun aku, yang sedari awal tidak keluar rumah karena memang tidak ada lagi pekerjaan yang dapat kulakukan di luar sana. Pekerjaanku sebagai relawan suatu LSM pun harus terhenti karena kondisi ini. Aku memang tidak dibayar sebagai relawan, namun itu menyelamatkanku dari kata pengangguran, dimana tidak ada kegiatan positif yang dapat aku lakukan, hanya berbaring di rumah menikmati konten-konten di instagram, youtube, atau menikmati pleasure time layaknya orang yang punya tabungan triliunan rupiah di rekeningnya. Aku menolak untuk hanya menunggu tanpa melakukan sesuatu.


Sudah berbulan-bulan aku melamar pekerjaan, dari perusahaan satu ke perusahaan lainnya. Aku sangat berterima kasih pada officer perusahaan yang masih sudi membalas emailku dan memberi tahu bahwa lamaran pekerjaanku ditolak. Pun demikian dengan perusahaan yang tidak membalas emailku sama sekali, dan aku harap suatu hari nanti perusahaan seperti ini akan memiliki pegawai yang sudi membalas email jobseeker yang mengharapkan pekerjaan. Sampai hari inipun aku masih pencari pekerjaan yang dapat aku lakukan, baik dari rumah maupun di lapangan langsung. Sudah berapa kali aku melamar pekerjaan sebagai copywriter, analis data, dan semua hal yang berhubungan dengan pemberdayaan masyarakat? tak satupun lamaranku terjawab, demikian pula lamaran untuk magang dari salah satu startup ternama?


Aku pun menolak untuk menyerah. Aku tidak bisa diam saja. Aku masih mencari pekerjaan sampai detik ini. Aku tidak mau menjadi beban, meskipun masih wajar seorang fresh graduate untuk bergantung hidup pada orang tuanya hingga setahun setelah ia lulus. Aku tidak mau. Aku memilih mencari pekerjaan sampai sekarang. Aku terus mencoba mengembangkan skill dan mencari informasi skill apa saja yang diperlukan untuk dapat bekerja di perusahaan. Aku memilih untuk tetap berjuang.


Lalu hasilnya? Ya, sampai saat ini aku masih dalam proses pencarian itu. ada sebuah buku yang mengatakan bahwa perjuangan manusia adalah mencapai kebahagian. Dan definisi kebahagiaan pun banyak. Lalu penulis itu juga berargumen bahwa kebahagian manusia itu merupakan reaksi biokimia. Manusia secara biologis dapat mensekresikan suatu zat kimia yang disebut dengan enzim. Ada enzim tertentu yang dapat menimbulkan efek rasa bahagia dalam diri manusia. Salah satu yang dapat memicu keluarnya enzim ini adalah stimulus. Perasaan tertantang dan adrenalin yang terpicu membuat ada semangat dan gairah yang mendorong manusia melakukan sesuatu. Dan ketika apa yang dilakukan itu berhasil maka rasa bahagia itu pun muncul. Sampai saat ini aku masih berusaha agar rasa bahagia itu selalu muncul, yaitu dengan terus berusaha dan berjuang. Mengejar pekerjaan impianku.



You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook

Instagram