Pencarian Tanpa Akhir (Review Novel Partikel)

19.42

Seorang anak biasa dengan ayah yang luar biasa genius mampu menurunkan ilmu-ilmunya pada sang anak. Zarah nama anak itu. Ia tumbuh dalam keluarga yang seharusnya sangat agamis, namun karena sang ayah yang begitu terobsesi pada fungi membuat Zarah menjadi seperti ayahnya. Ia lebih senang belajar pengetahuan alam dan mengesampingkan pendidikan agamanya. Hingga suatu saat hal itu menjadi masalah besar dalam keluarganya. Kakek dan Nenek Zarah adalah seorang yang paham agama demikian juga Ibunya. Mereka bertiga menentang Firas (ayah Zarah) dan pemikirannya.


Suatu hari Firas dinyatakan hilang tanpa jejak sama sekali dan tidak ada kabar hingga bertahun-tahun. Hanya Zarah lah yang masih berjuang untuk menemukan keberadaan ayahnya. Berbagai catatan dan tulisan Firas menjadi alat yang digunakan Zarah untuk mencari jejak keberadaan Firas. Namun sayang, Ibunya membakar semua catatan dan tulisan itu karena dianggap membuat Zarah menjadi atheis dan berpikiran aneh. Zarah tidak menyerah begitu saja, sampai suatu hari diulang tahunnya yang ke 17, ia mendapat paket misterius berupa kamera. Hadiah itu mengingatkannya pada janji Firas bahwa ia akan memberikan sebuah kamera sebagai hadiah ulang tahunnya. Zarah mulai penasaran. Ada yang aneh dari misteri hilangnya Firas.


Zarah memulai pencariannya melalui jurnal-jurnal yang dimiliki ayahnya. Ia mencoba menerka keberadaan ayahnya. Hingga pada akhirnya ia sampai pada Bukit Jambul. Bukit terlarang yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat. Bukit yang pernah ia daki bersama ayahnya itu. Kini bukit itu membuka rahasianya pada Zarah dan mengantarkannya pada petualangan-petualangan yang tak terduga. Pencariannya yang panjang pun mengantarkannya pada situasi-situasi yang aneh dan tetap saja membuatnya berputar pada lingkaran yang sama.


Novel Partikel merupakan seri keempat dari Supernova, karangan Dewi Lestari. Lagi-lagi Dee membuat saya terpesona dengan kemampuannya bercerita. Tentang cinta dan sakit hati, lalu tentang kehilangan yang membuat seorang manusia mencari terus menerus tanpa henti. Novel Partikel ini mengingatkan saya akan kehidupan manusia yang isinya hanya mencari dan terus mencari apapun itu. perjalanan Supernova untuk menyatukan pemain-pemainnya akan terus berlanjut sampai novel Inteligensi Embun Pagi. Ya, masih dua novel lagi yang harus saya baca.


Saya sangat menyukai seri Supernova ini. Bagi saya Partikel adalah seri terbaik yang pernah saya baca. Saya masih belum tau dengan seri Gelombang dan Inteligensi Embun Pagi. Saya belum sampai disana. Mungkin setelah membaca hingga di buku pamungkasnya, pemikiran ini akan berubah. Tetapi yang pasti, selepas saya membaca seri ini, tersimpan rasa penasaran untuk kelanjutan seri berikutnya. sepertinya Dee masih memasukkan tokoh baru dalam seri ini. Pemain-pemain utama dari seri supernova ini.


Gaya bahasa Dee masih sama seperti semua novel yang ia tulis. Dan yang pasti, dia juga tidak melewatkan riset kecil-kecilan untuk menulis cerita ini. Setidaknya saya temui banyak istilah asing dalam novel ini, tentang ilmu jamur-jamuran, tentang enteogen, yang entah apalah itu, hingga akhirnya saya jadi ikut-ikutan mencari tahu di google. Dan sekalipun novel ini fiktif, namun informasi di dalamnya tidaklah fiktif. Inilah yang saya suka dari novel-novel Dee.


Untuk penilaian saya mengenai novel ini tentunya saya kasih nilai 8 dari skala 1-10. karena Novelnya memang lebih baik daripada seri-seri sebelumnya, tetapi tetap saja saya menemui kesulitan dalam memahami beberapa bagian, khususnya tentang apa dan siapa itu supernova. Dan sampai novel ini, saya masih bingung sebenarnya Dee mau bercerita tentang apa dan siapa melalui seri Supernova. Jadi, kalau kalian satu diantara ribuan addeection, jangan lupa untuk membaca seri supernova ini. Tidak ada ruginya untuk memasukkan novel ini kedalam salah satu koleksi novelemu. Selamat membaca!


You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook

Instagram