Kemana Hidup Kan Membawamu (Review Novel Petir)
08.39 Kematian itu datangnya seperti pencuri. Elektra meyakini hal itu. Kini ia tinggal hanya berdua bersama kakaknya setelah kematian daddynya. Ibunya sudah lama meninggalkan mereka bertahun-tahun lamanya. Kini hanya tinggal mereka berdua. Yatim piatu. Namun Elektra semakin sendirian lagi. Kakaknya Watti telah dipinang seorang pengusaha, yang akhirnya harus meninggalkan Elektra sendirian di rumah besar sekaligus bengkel elektronik papanya itu. Namun Elektra masih bisa berjuang kan? Kesana kemari, Elektra mencari pekerjaan, dari yang wajar hingga yang berbau klenik. Pada akhirnya nasib mempertemukannya pada seorang yogini yang mampu membawanya ke arah yang lebih baik. Rupanya ia tidak benar-benar sendiri. Ada kepingan-kepingan puzzle yang menantinya dan akan menjadi temannya. Entah bagaimana nasib akan membawanya kesana. Itu masih rahasia sang tak kasat mata. Supernova. Sekali lagi Dewi lestari mengantarkan kita ke arah fantasi-fantasi luar biasa. Ada banyak pengalaman menarik yang saya temukan setelah membaca novel fiksi ini. Meski cerita ini membingungkan dan rasanya tak ada hubungannya dengan dua novel sebelumnya. Tapi saya sebagai pembaca belajar akan kehidupan Elektra ini, di mana nasib menjatuhkannya ke dasar jurang hingga mengangkatnya lagi ke permukaan, bahkan lebih dari itu. Novel ini mengajarkan bahwa nasib baik bisa saja terjadi secara tiba-tiba namun tak lantas membuat manusia hanya menanti-nantikan saja tanpa bertindak sesuatu. Saya sebagai pembaca kadang masih bertanya-tanya apa maksud dan pesan yang ingin disampaikan oleh Dee melalui novel ini. Sesungguhnya cerita dalam novel ini sangat menarik dan mudah dipahami. Namun yang membuat saya bertanya-tanya adalah, apa hubungan antara Elektra dengan tokoh-tokoh pada dua novel sebelumnya, yaitu Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh serta novel Akar. Lagi-lagi saya juga masih penasaran dengan tokoh Supernova yang belum terungkap pada novel seri ketiga ini. Saya masih penasaran, sesungguhnya apa yang Supernova lakukan dan apa peran dari Supernova pada tokoh-tokoh di sini? Saya masih belum paham. Masih banyak kejutan yang disimpan Dee untuk novel-novel berikutnya. Sebenarnya saya tidak merekomendasikan kalian untuk membaca novel ini, sama seperti novel sebelumnya, Akar. Tetapi karena ini merupakan bagian dari novel seri Supernova, maka mau tidak mau, pada akhirnya saya harus merekomendasikannya juga. Supaya pembaca tidak bingung akan cerita-cerita pada buku selanjutnya dari seri ini, jika kalian membacanya. Apa lagi saya sudah terlanjur merekomendasikan novel Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh sebagai novel yang asik untuk dibaca. Jadi karena sudah kepalang basah, sebaiknya tercebur saja sekalian kedalam petualangan-petualangan di cerita-cerita Supernova. Novel Supernova Petir ini menurut saya masih cukup menggantung dan belum menjawab teka-teki dari Dee di dalam novel ini. Secara ceritanya sih menarik, cuma menurut saya belum terlalu asik, jadi ya boleh lah. Menurut saya dari seri novel ini, Dee memang penulis yang keren! meski seri novel ini ga terlalu membekas di hati, tapi tetap menimbulkan tanda tanya akan ending dari seri Supernova ini. Sampai sekarangpun saya masih belum tau Supernova itu siapa. Meski di seri pertama novel ini sepertinya sang Supernova adalah si Model Cantik tetapi saya masih belum yakin. Bagi penilaian saya untuk novel ini adalah 6,5 dari 10. Kok ratingnya rendah banget? Iya, saya agak ga paham sama ide cerita Dee, sebenarnya fungsinya Elektra itu apa sih dari kepingan-kepingannya Supernova. Soalnya dia anak yatim piatu yang kebetulan bisa pijat refleksi dan benar-benar ga terasa hubungannya dengan seri novel berikutnya. Yah, akhir kata, penulis cuma bisa bilang selamat membaca dan menunggu review novel berikutnya. Saya juga sedang berusaha menyelesaikan seri Partikel. Sepertinya akan ada secercah harapan untuk bertahan menyelesaikan kepingan-kepingan Supernova ini... :)
0 komentar