Yang Terpenting Perjalanannya Bukan Tempat Tujuannya (Review Novel Akar)

08.04



Judul Buku  : Akar
Penulis         : Dewi Lestari (Dee)
Tahun terbit : 2012
Cetakan ke   : I
Penerbit       : Bentang Pustaka
ISBN            : 978-602-8811-71-2

Kepala plontos yang ditutupi ikat kepala itu sekali lagi mengambil air untuk membasuh dirinya dan juga tasbih biksunya. Ia memulai cerita perjalanan hidupnya dimulai dari suatu Vihara di Lawang. Namanya Bodhi, Ia ditemukan Guru Liong di dekat pohon asem pada Desember 1978. Ia menghabiskan hidupnya selama delapan belas tahun di Vihara, hingga akhirnya ia berkelana menjalani hidup. Perjalanan besar Ia mulai ketika bekerja di  Medan, ia bertemu pelancong yang memberikannya tiket ke luar negeri. Bersama backpacknya ia melangkah keluar dan memulai perjalanan yang lebih besar. Ia bertemu dengan banyak turis-turis backpacker dan berkelana kemanapun takdir menggiringnya dari satu tempat ke tempat lainnya. Hingga akhirnya ia bertemu dengan Kell.


Kell seorang seniman tato sekaligus pengelana seperti dirinya. Kell memiliki perjalanan hidup yang misterius. Sama seperti Bodhi yang secara tidak sengaja ditemukan di pohon asem, yang ceritanya seperti lahirnya Buddha, hanya saja Bodhi tidak ditemukan di pohon Bodhi. Ada 617 tato di tubuh Kell yang diberikan secara mistis ke tubuhnya, Kell percaya bahwa Bodhi merupakan orang ke-618 yang akan membuat Kell menjadi genap. Sejak percakapan itu Kell menjadikan Bodhi seorang seniman tato. Kini Bodhi bukan hanya turis backpacker biasa, Ia juga seniman tato.  Hidup tidak bergulir di situ saja. masih banyak perjalanan yang akan dilalui Bodhi hingga menemukan awal dari perjalanan untuk bertemu Supernova.


Sekali lagi Dewi Lestari membuat saya terpaku dengan cerita seri Supernova. Akar, kepingan kedua yang disajikan Dewi Lestari merupakan kelanjutan dari kisah Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh (https://hotchocolateandfriends.blogspot.co.id/2016/06/adalah-ferre.html). Pada seri Akar,  jalan cerita yang disajikan lebih jelas dibandingkan dengan seri sebelumnya. Dewi Lestari atau yang dikenal dengan nama pena Dee, menceritakan perjalan seorang Buddhis yang berkelana untuk menemukan arti hidup. Hingga akhirnya Supernova memilihnya untuk tergabung dalam rangkaian sistemnya. 


Novel ini belum terlalu menjelaskan siapa itu Supernova, dan apa fungsi dari tokoh Bodhi pada rangkaian Supernova ini. Pada seri Akar, cerita dimulai ketika Diva, tokoh dari novel sebelumnya dinyatakan menghilang, dan Gio, orang terdekat Diva memulai perjalanan untuk menemukan Diva. Di sini masih belum terlihat apa kaitan Diva dengan Bodhi, sehingga awalnya saya berpikir bahwa ada bab sumbang yang hadir di dalam novel ini. Namun benarkah demikian? Rupanya bagian pembukaan tersebut merupakan pengantar atau penghubung antara keping Supernova satu dengan lainnya. Kepingan Akar ini masih membuat saya penasaran dengan apa tujuan di balik rangkaian sistem ini.


Secara keseluruhan, novel Akar ini bagus untuk dibaca untuk kalangan dewasa, sebab bagi penikmat novel chicklit rasanya kurang pas dan tidak ada kisah cinta dramatis dan romantis di dalamnya. Sesekali saya terpaku oleh tulisan Dee di dalam buku ini. Ada sarat makna perjalanan hidup, bagaimana manusia belajar di dalam hidupnya. Bagaimana siklus kehidupan manusia yang selalu berulang di setiap perjalanannya hingga pada akhirnya membentuk pola tersendiri. Yang terpenting di dalam hidup ini adalah perjalanannya, bukan tujuan dan pencapaiannya, moral value itu lah yang saya temukan dari novel ini. Ditulis dengan menggunakan sudut pandang orang pertama dan alur flashback, dimana penulis ditarik mundur ke kehidupan Bodhi semasa kecil hingga akhirnya ia berada di masa sekarang. Menggunakan latar tempat yang berpindah-pindah membuat pembaca menjadi lebih imajinatif dalam membayangkan setting tempat yang ditulis Dee di novel


Dari rentang nilai 1-10 saya memberi nilai delapan pada novel ini. Ceritanya tidak terlalu mengecewakan dan semakin membuat saya penasaran dengan sosok Supernova yang tiba-tiba muncul tanpa permisi. Selain itu, melalui novel ini Dee berhasil menghasut saya untuk membaca seri berikutnya, Petir, yang akan saya review setelah postingan ini. Jadi jangan ragu-ragu untuk membaca novel ini, karena sangat diperlukan bagi mereka yang ingin berpetualang menemukan siapa sosok Supernova sesungguhnya.



You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook

Instagram