Indonesian Sashimi yang Rasanya "Kaya Mau Meninggal"

03.11

It's more than a month since i move out from Ternate to Pinrang. Rasanya ada yang hilang dari hidupku. Semacam pengen jajan, tapi kok ga appetite gitu jajanan disini. Mungkin karena aku belum jago eksplorasi makanan di sini kali, ya? 


Jujur, aku lagi kangen banget sama yang namanya Gohu Ikan. Makanan apa lagi sih, ini? Kok aneh-aneh aja sih yang mau diceritain? Well, you know lah, aku barusan pindah dari lokasi kerja di Timur Indonesia, yang menurutku amazing! Ternate itu merupakan daerah kepulauan yang kecamatannya ada di empat pulau berbeda, Ternate, Hiri, Batang Dua, dan Moti. Tapi aku bakal cerita dalam konteks Pulau Hiri dan Ternate, tempat dimana aku ditugaskan selama satu tahun. 


Jadi begini,  selama aku di Ternate, ada banyak makanan khas yang kutemukan di sana, mulai dari nasi Jaha, yang jahat banget enaknya, air guraka yang warga setempat menyebutnya sebagai aer guraka, pisang goreng mulu bebek, dan ikan bakar. Pokoknya banyak banget deh, makanan enak di Ternate yang wajib banget kamu coba kala berkunjung ke wonderful island ini. 


Tapi untuk artikel ini aku mau cerita tentang enaknya Gohu Ikan. Ga tau kenapa, sampai sekarang aku masih belum bisa move on dari kelezatan ikan tuna mentah ini. Bahkan ini adalah makanan terakhirku, kala meninggalkan Kota Ternate. Sengaja ku sempatkan makan masakan satu ini, sebelum lepas landas menuju tak terbatas dan melampauinya. 


Pertama kali aku makan gohu ikan itu dulu pas acara perpisahan staff di kantorku. Perpisahan in dirayakan di Pantai Jikomalamo. Salah satu temanku yang ga jago masak, tapi suaminya jago masak itu membawakan kami Gohu Ikan. Ku pikir ini makanan apa, isinya kok cabe sama tomat semua. begitu ku coba makan. Puji Tuhan, enak. 


Awalnya sempat mengernyitkan dahi, ketika Bapak Manager kesayangan sejuta umat itu menyodorkan padaku, makanan yang dielu-elukan temanku. Kurang lebih dua sendok sayur, gohu ikan tuna itu ditambahkan ke piringku, oleh temanku. Ditemani sepotong sagu, aku melahap makanan itu dengan tangan, tanpa sendok. 


Rasa yang kentara dari makanan ini adalah asam dan pedas, lantaran ikan ini dicampur dengan tomat dan perasan jeruk nipis untuk menghilangkan arom anyirnya. belum lagi rasa pedas dari potongan cabainya yang warbyasah banyak banget, membuat rasa pedas itu cukup menyiksa, kalau ga tahan pedas. Kebetulan aku makannya cukup bijaksana, jadi perbandingannya satu potong ikan dengan dua iris cabai itu sudah cukup untuk menjadi satu suapan. 


Aku pun menikmati makanan ini lagi kala live in di salah satu rumah kader, di Pulau Hiri. Ku temukan perbedaan rasa dari gohu ikan buatan suami temanku dengan buatan ibu kader PATBM yang kutinggali. Perbedaan itu terletak di cara pengolahannya, dimana tidak ada minyak goreng panas yang ditambahkan pada masakan gohu ikan si ibu kader ini. Jadi olahan gohu ikan yang kumakan ini murni mentah banget. Ada rasa dan bau amis? Absolutely not! Jeruk yang ditambahkan, berhasil mematikan rasa dan bau amis pada ikan tuna. 


Sebenarnya gohu ikan sendiri sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat Ternate. Aku nemu artikel tentang masakan gohu ikan ini di website Indonesia Kaya. Disana dijelaskan kalau pengolahan gohu ikan ini dikarenakan kebiasaan masyarakat Ternate yang mayoritas bermata pencaharian nelayan, dimana mereka bisa sering menangkap ikan tuna dan cakalang. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di alam, mereka bisa memasak gohu ikan dengan mudah. Pun demikian ketika para nelayan sedang melaut, bahan-bahan seperti tomat, cabai, jeruk, dan bawang merah, sangat mudah untuk dibawa. Sehingga, saat di tengah laut pun, mereka tetap dapat membuat olahan pangan sederhana, dari ikan hasil tangkapan mereka. 


Se-wonderful itu kah makan gohu ikan? Menurutku, yuyur ya, ini tuh enaknya sampai kaya mau meninggal!

You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook

Instagram